Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) menerima audiensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka berbagi pengetahuan mengenai proses bisnis perpustakaan serta pemanfaatan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) dalam pengelolaan dan pelacakan koleksi. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 29 Juli 2026, di Ruang Kepala Perpustakaan UI.
Audiensi dihadiri oleh tim KPK yang terdiri atas Doharni Vinnike, Eka Latifah, Rini Ardian, Fauziah N. Putri, Aghny Laily, Ridwan Prima, dan Wendy Ami. Sementara itu, Perpustakaan UI diwakili oleh Kepala Perpustakaan UI Luluk Tri Wulandari, M.Hum., bersama jajaran pustakawan dan pengelola layanan Perpustakaan UI.
Kunjungan KPK dilakukan untuk mempelajari penerapan teknologi dalam pengelolaan dan tracking barang bukti. KPK saat ini mengelola berbagai jenis barang bukti, termasuk barang dalam bentuk fisik seperti uang dan emas, serta memiliki kebutuhan untuk memastikan proses pengelolaan, penyimpanan, peminjaman, dan pengembalian dapat dilakukan secara tertelusur. Dalam konteks tersebut, RFID dipandang sebagai salah satu teknologi yang berpotensi mendukung penguatan integritas dan pelacakan barang.
Dalam sesi audiensi, Perpustakaan UI memperkenalkan penerapan RFID pada koleksi perpustakaan, antara lain buku, tesis, disertasi, dan koleksi lainnya. Sistem RFID juga terintegrasi dengan gate keamanan yang dapat mendeteksi koleksi ketika dibawa keluar dari area perpustakaan tanpa melalui prosedur peminjaman. Perpustakaan UI telah menggunakan teknologi RFID sejak sekitar 2010 dan dalam perkembangannya bekerja sama dengan dua vendor, yaitu ELIMS dan Bibliotheca.
Selain aspek keamanan koleksi, diskusi turut membahas bagaimana teknologi dapat mendukung otomasi berbagai proses layanan perpustakaan. Perpustakaan UI menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi RFID ditujukan untuk membantu pekerjaan pustakawan, terutama dalam kondisi keterbatasan sumber daya manusia, sekaligus meningkatkan keamanan koleksi dan data. Pemanfaatan teknologi juga diarahkan untuk memungkinkan layanan mandiri, termasuk proses peminjaman dan pengembalian koleksi.
Pembahasan kemudian berkembang pada aspek sistem informasi yang mendukung RFID. Perpustakaan UI menjelaskan bahwa penggunaan vendor tidak secara otomatis berarti perubahan sistem utama perpustakaan. Saat ini, Perpustakaan UI menggunakan LONTAR sebagai sistem yang dikembangkan oleh UI, sementara vendor berperan menyediakan penghubung atau middleware agar perangkat RFID dapat berkomunikasi dengan sistem perpustakaan.
Dalam diskusi tersebut, Perpustakaan UI juga berbagi gambaran tahapan pengelolaan objek yang akan menggunakan RFID, mulai dari inventarisasi data, input data ke dalam sistem, pembuatan QR Code, penempelan RFID dan QR Code, penyimpanan, hingga pengelolaan barang. Pendekatan tersebut menjadi salah satu referensi bagi KPK dalam mengembangkan sistem pengelolaan barang bukti yang lebih terintegrasi.
KPK menyampaikan bahwa kebutuhan pengembangan teknologi tersebut berkaitan dengan jumlah barang bukti yang dikelola yang mencapai sekitar 100 ribu barang bukti dengan berbagai perlakuan. Ke depan, KPK berharap sistem yang dikembangkan dapat memungkinkan proses pemindaian dan otomasi untuk mengetahui lokasi atau penyimpanan barang bukti, sekaligus mengakomodasi proses peminjaman dan pengembalian sebagaimana konsep book drop atau book dispenser pada layanan perpustakaan.
Audiensi juga membahas kebutuhan pengembangan middleware dan protokol yang dapat menjembatani perangkat RFID dengan sistem informasi yang digunakan. KPK menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari lebih lanjut mekanisme stopper dan middleware guna mendukung pengembangan sistem secara mandiri oleh tim programmer KPK. Selain itu, KPK juga menyampaikan kebutuhan RFID yang dapat digunakan pada objek berbahan logam, seperti kendaraan.
Melalui kegiatan ini, Perpustakaan UI tidak hanya berbagi pengalaman dalam pemanfaatan RFID, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan mengenai bagaimana teknologi dapat mendukung proses bisnis, keamanan, inventarisasi, serta pelacakan aset secara lebih terstruktur. Audiensi ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi dan berbagi praktik baik antarlembaga dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan informasi dan aset. (MA)
****
Luluk Tri Wulandari, M.Hum.
Kepala Perpustakaan UI
(Media Relations Perpustakaan UI, library@ui.ac.id; @ui_library; 0821-1389-3177)