Depok, 21 Juli 2026 — Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) menerima kunjungan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (BEM FT UI) dalam sebuah forum diskusi yang membahas berbagai aspek pengelolaan perpustakaan, mulai dari kondisi fasilitas dan infrastruktur, layanan digital, konektivitas internet, hingga rencana renovasi Gedung Perpustakaan UI. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kepala Perpustakaan UI ini dihadiri oleh Direktur Pengelola Fasilitas Penunjang Pendidikan (DPFPP) UI, Kepala Perpustakaan UI beserta jajaran, Humas UI, dan perwakilan BEM FT UI.
Dalam kesempatan tersebut, BEM FT UI menyampaikan bahwa diskusi merupakan bagian dari program kajian tahunan yang bertujuan menghimpun masukan mahasiswa terkait fasilitas dan layanan di lingkungan Universitas Indonesia. Adapun kajian mengenai Perpustakaan UI berfokus pada empat aspek, yaitu kondisi fasilitas dan infrastruktur gedung, konektivitas internet dan fasilitas elektronik, konsumsi energi serta kondisi furnitur, serta persepsi pengguna terhadap layanan perpustakaan.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah proses renovasi Gedung Perpustakaan UI. Direktur DPFPP UI menjelaskan bahwa renovasi gedung telah melalui berbagai tahapan perencanaan, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED), audit bangunan, serta koordinasi dengan calon donatur untuk mendukung pembiayaan renovasi. Di sisi lain, Universitas Indonesia juga tetap melakukan berbagai upaya perbaikan bertahap terhadap fasilitas yang dapat segera ditangani sambil menunggu pelaksanaan renovasi secara menyeluruh.
Kepala Perpustakaan UI, Luluk Tri Wulandari, menjelaskan bahwa persiapan renovasi telah dilakukan sejak tahun 2023 melalui penyusunan proposal, penjajakan kerja sama dengan berbagai mitra, audit kondisi gedung, hingga penyusunan DED renovasi kebocoran gedung. Menurutnya, fokus utama renovasi diarahkan pada penyelesaian permasalahan struktur dan kebocoran bangunan agar perbaikan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Selama proses tersebut, beberapa area yang dinilai berpotensi membahayakan pengunjung ditutup sementara sebagai bentuk mitigasi risiko.
Selain membahas renovasi, dialog juga mengulas berbagai masukan mahasiswa mengenai kualitas koneksi internet, ketersediaan stop kontak, ruang komputer, kenyamanan suhu ruangan, hingga jam operasional perpustakaan. Menanggapi hal tersebut, Perpustakaan UI menjelaskan bahwa koordinasi dengan Direktorat Transformasi Digital (DTD) telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas jaringan internet melalui penambahan access point dan rencana pembaruan infrastruktur jaringan. Sementara itu, berbagai perbaikan terhadap instalasi kelistrikan juga terus dilakukan secara bertahap sesuai hasil identifikasi kerusakan di lapangan.
Perpustakaan UI juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan dalam meningkatkan kenyamanan layanan, seperti optimalisasi sistem pendingin ruangan, penyediaan ruang komputer yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna saat ini, penerapan sistem pencatatan statistik pengunjung melalui face recognition, serta berbagai upaya efisiensi energi melalui penggunaan panel surya, water fountain, dan sensor otomatis pada beberapa ruangan.
Menutup diskusi, kedua belah pihak sepakat bahwa komunikasi antara mahasiswa dan pengelola perpustakaan merupakan bagian penting dalam pengembangan layanan yang lebih baik. BEM FT UI menyampaikan bahwa hasil kajian akan dipublikasikan pada September 2026 dan dilanjutkan dengan forum audiensi bersama pimpinan universitas. Sementara itu, Perpustakaan UI mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menyampaikan masukan secara konstruktif dan berharap hasil kajian tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan fasilitas dan layanan perpustakaan di masa mendatang. (MA)
****
Luluk Tri Wulandari, M.Hum.
Kepala Perpustakaan UI
(Media Relations Perpustakaan UI, library@ui.ac.id; @ui_library; 0821-1389-3177)