Portal Kota Malang
Pendidikan, Perdagangan dan Jasa, Ekonomi Kreatif, Pariwisata
Profil Kota Malang
Kota Malang adalah salah satu kota pendidikan terpenting di Indonesia dengan lebih dari 60 perguruan tinggi dan ratusan ribu mahasiswa dari berbagai penjuru Nusantara. Sebagai wilayah yang berada pada episentrum Malang Raya, Kota Malang juga menjadi pusat perdagangan, jasa dan destinasi wisata yang sangat strategis di Jawa Timur. Dengan potensi sumber daya manusia yang luar biasa Kota Malang saat ini tumbuh sebagai Kota Kreatif yang dinamis. Sebuah kota dimana keberagaman dirawat dengan budaya dan toleransi. Kota Malang adalah tempat untuk setiap insan menggapai potensi terbaiknya. Rumah dimana cerita menjadi sejarah.
STATISTIK UMUM
KOTA MALANG
Luas Wilayah #1
111.08 km2
Jumlah Kecamatan #2
5
Jumlah Kelurahan #3
57
Jumlah Penduduk 2024 #4
885.271 Jiwa
Pertumbuhan Ekonomi 2024 #5
5,41%
IPM 2024 #6
84,68
Tingkat Kemiskinan 2024#7
3,91%
PDRB 2024 #8
Rp. 100,11 Triliun
SAKIP 2024 #9
A
Indeks RB 2024 #10
A
Pertumbuhan Ekraf 2024 #11
5,93%
Stunting 2023#12
17,3%
Sumber: 1 = Perda RTRW, 2-8 = BPS Kota Malang, 9-10 = KemenpanRB, 11 = Bappeda, 12 = SSGI
Visi
Visi tersebut mengandung maksud bahwa Malang diarahkan untuk menjadi kota yang berdaya saing global pada tahun 2045 selaras dengan cita-cita Indonesia 2045 yaitu Indonesia Emas, sehingga perlu penguatan fondasi untuk menuju Kota Malang berdaya saing global sesuai dengan arah kebijakan tahun pertama RPJPD yaitu penguatan fondasi. Berdaya saing global juga dapat disetarakan dengan "Keren" atau bahasa lokal Malangan adalah "Mbois". "Berkelas" merupakan perwujudan kondisi Kota Malang yang berakhlak, maju, sejahtera dan berkelanjutan. Selain itu MBOIS BERKELAS adalah akronim perwujudan dari Mandiri, Berbudaya, Optimis, Indah, Sejahtera, BERkelanjutan, Kolaboratif, Efisien, Lestari, Adaptif, Sinergis.
Mbois memiliki arti bahwa Kota Malang menjadi kota yang memiliki kemampuan untuk menyesuaikan terhadap tantangan/tuntutan globalisasi dan tanggap terhadap setiap perubahan lingkungan, tidak hanya untuk sekedar bertahan/survive namun untuk bisa terus tumbuh dan berkembang, baik di sektor ekonomi, sosial maupun sektor lainnya. Dimaknai juga bahwa Kota Malang memiliki fondasi yang kuat dan modal dasar dalam melaksanakan percepatan pembangunan yang inklusif dengan pilar sumberdaya yang memiliki daya saing di tingkat global, khususnya daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), kesejahteraan dan kemandirian daerah, lingkungan perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan, serta daya saing birokrasi sebagai motor utama. Hal ini merupakan sebuah komitmen dan citacita untuk menjadikan dan menempatkan Kota Malang sejajar dengan kota-kota maju di Dunia. Selain itu Mbois juga berarti Kota Malang menjadi Kota yang sejahtera, mandiri, adaptif, indah, kolaboratif, berkelanjutan, lestari, dengan dukungan sumberdaya yang berbudaya, optimis, inovatif, serta pemerintahan yang efisien dan sinergis.
Berkelas merupakan cita-cita terwujudnya kondisi kota yang berakhlak, maju, berdaya saing global, sejahtera, inklusif, berkelanjutan mengajak dan mengikutsertakan semua stakeholders, meningkatkan kelas perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Malang, ramah dan toleran, seimbang dengan pembangunan sosial dan memastikan keberlanjutan sumber daya alam/lingkungan sehingga menggaransi kelestarian lingkungan hidup untuk kesejahteraan generasi mendatang. Akselerasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan berbasis pada pemenuhan daya dukung dan daya tampung perkotaan yang ramah/pro lingkungan dengan berbasis pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Misi
Dalam rangka mewujudkan keberhasilan transformasi sosial menuju generasi emas maka kerangka pembangunan 5 (lima) tahun pertama diprioritaskan pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Di tengah globalisasi yang semakin pesat, penting bagi kita untuk memperhatikan pembentukan karakter generasi muda. Generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual tinggi, tetapi juga memiliki kepribadian yang berbudaya, optimis, dan inovatif.
Generasi muda yang berbudaya adalah mereka yang mampu menjaga dan melestarikan warisan budaya seperti nilai-nilai luhur serta nilai pancasila, sehingga karakter dan penanaman nilai-nilai budaya lokal akan membentuk perilaku yang berbudaya di masyarakat.
Generasi yang optimis adalah mereka yang memiliki keyakinan bahwa setiap tantangan bisa dihadapi dan setiap masalah ada solusinya. Dengan semangat yang tak mudah menyerah, mereka berani menghadapi ketidakpastian dengan percaya diri. Untuk mencapainya, kita perlu menciptakan lingkungan yang mendukung dan memotivasi, baik itu di rumah, sekolah, maupun masyarakat.
Generasi yang inovatif adalah mereka yang mampu berpikir kreatif, mencari solusi baru, dan menciptakan hal-hal yang belum pernah ada sebelumnya. Untuk mewujudkannya, kita harus menciptakan sistem pendidikan yang mendukung pemikiran kritis dan eksplorasi tanpa batas. Mendorong mereka untuk berpikir berbeda, melakukan eksperimen, serta memanfaatkan teknologi untuk menciptakan perubahan positif. Sehingga generasi muda akan mampu menjadi generasi emas menuju Kota Malang berdaya saing global.
Dalam rangka mewujudkan keberhasilan transformasi ekonomi yang inklusif maka kerangka pikir penguatan fondasi di periodisasi 5 (lima) tahun pertama adalah pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta penurunan kemiskinan.
Perekonomian merupakan fondasi utama bagi kemajuan suatu bangsa. Sehingga dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan mandiri, kita perlu membangun sistem perekonomian yang mapan dan adaptif. Masyarakat yang sejahtera adalah masyarakat yang memiliki hak yang setara dalam berbagai aspek kehidupan baik ekonomi, sosial, maupun pendidikan. Dalam hal ini, pembangunan ekonomi harus mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Pemerataan pembangunan adalah kunci agar setiap individu memiliki akses yang sama terhadap peluang ekonomi. Selain itu, kesejahteraan juga tidak hanya berbicara soal peningkatan pendapatan, tetapi juga tentang kualitas hidup yang baik. Oleh karena itu, penting untuk memprioritaskan sektor-sektor yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan kesejahteraan yang merata, masyarakat akan dapat merasakan dampak positif dari kemajuan ekonomi secara langsung.
Masyarakat yang mandiri adalah masyarakat yang mampu menciptakan peluang ekonomi bagi dirinya sendiri. Untuk mencapai hal ini, pemberdayaan ekonomi harus menjadi prioritas. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Malang. Program pelatihan keterampilan, akses modal yang mudah, dan kemudahan berusaha adalah langkah-langkah penting untuk mendukung pemberdayaan ini. Selain itu, pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar juga harus menjadi fokus utama. Generasi muda perlu dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan yang dapat membuat mereka mandiri, baik dalam berwirausaha maupun dalam mengelola karier mereka. Masyarakat yang mandiri bukan hanya mengandalkan diri mereka sendiri, tetapi juga memiliki rasa percaya diri untuk menghadapi tantangan ekonomi dan berinovasi di tengah perubahan.
Untuk membangun perekonomian yang mapan, perlu adanya kebijakan pada sektor-sektor produktif, seperti pertanian, industri, dan teknologi, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif. Sementara itu, untuk menjadi adaptif, masyarakat dan sektor ekonomi harus peka terhadap perubahan dan siap berinovasi. Pemanfaatan teknologi digital, misalnya, dapat menjadi salah satu cara untuk membuka peluang ekonomi baru dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.
Perekonomian yang adaptif juga berarti perekonomian yang mampu mengatasi tantangan-tantangan baru, seperti krisis ekonomi global. Dengan memperkuat daya tahan ekonomi melalui diversifikasi sektor dan peningkatan kapasitas lokal, masyarakat akan lebih siap dalam menghadapi setiap perubahan dan tantangan yang ada.
Pembangunan kota yang ideal bukan hanya soal kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan yang harmonis, menyenangkan, dan ramah bagi penghuninya. Infrastruktur fundamental yang memadai tetap dibutuhkan sehingga akses layanan dasar masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, perumahan yang layak, dan lingkungan yang bersih dan aman dapat terpenuhi dengan baik.
Lingkungan perkotaan yang indah, kolaboratif, berkelanjutan, dan lestari menjadi tujuan penting dalam merancang kota yang tidak hanya nyaman untuk dihuni, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
Lingkungan yang indah bukan hanya soal estetika visual, tetapi juga menciptakan suasana yang menyenangkan dan nyaman bagi masyarakat yang menghuninya. Ruang-ruang publik seperti taman kota, alun-alun, dan jalur pejalan kaki yang asri, harus didesain dengan mempertimbangkan kenyamanan dan keberagaman kebutuhan warga. Penanaman pohon, penghijauan, dan penggunaan material ramah lingkungan akan memberikan dampak positif terhadap kualitas udara dan memperindah lingkungan.
Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan bersama. Selain itu, kolaborasi juga mencakup upaya untuk membangun jaringan sosial yang solid antarwarga, di mana mereka saling mendukung dan bekerja sama dalam memecahkan masalah-masalah perkotaan, seperti kemacetan, polusi, dan keterbatasan sumber daya. Program komunitas, seperti kerja bakti, pengelolaan sampah bersama, dan kegiatan sosial lainnya, akan memperkuat rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan sekitar. Sedangkan Kota yang berkelanjutan adalah kota yang mampu mengelola sumber daya alam dengan bijaksana, meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang. Dalam hal ini, pengelolaan energi, air, dan sampah menjadi aspek yang sangat penting. Selain itu, sistem transportasi yang ramah lingkungan dan efisien juga perlu diperkenalkan untuk mengurangi polusi udara dan kemacetan. Di bidang pengelolaan air, pengembangan teknologi untuk konservasi air dan pengolahan air limbah harus dioptimalkan. Sampah harus dipilah, didaur ulang, dan dimanfaatkan kembali, bukan hanya dibuang begitu saja.
Hal ini hanya dapat terwujud melalui kerjasama yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, dengan memperhatikan aspek keberlanjutan dan pelestarian alam. Dengan komitmen dan upaya bersama, kita dapat menciptakan kota yang tidak hanya nyaman untuk dihuni hari ini, tetapi juga layak untuk diwariskan kepada generasi mendatang.
Pembangunan diprioritaskan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat melalui peningkatan profesionalisme aparatur, birokrasi yang efisien dan efektif serta adaptif terhadap disrupsi teknologi dan responsif terhadap perubahan dan tantangan global sehingga mampu menciptakan penyelenggaraan pemerintahan yang berintegritas dan akuntabel serta mewujudkan birokrasi yang berdampak dan menjamin manfaat kebijakan dirasakan oleh masyarakat.
Tata kelola pemerintahan yang efisien adalah pemerintahan yang dapat memanfaatkan sumber daya yang ada, baik itu sumber daya manusia, keuangan, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam administrasi pemerintahan menjadi langkah awal menuju sistem yang lebih efektif. Penggunaan teknologi digital untuk menyederhanakan proses birokrasi sangat penting untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Sistem ini tidak hanya mempermudah akses informasi dan dokumen, tetapi juga mengurangi kemungkinan terjadinya penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi. Pengelolaan anggaran yang transparan dan berbasis hasil juga akan memastikan bahwa dana yang digunakan oleh pemerintah memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Pelayanan publik yang sinergis adalah pelayanan yang dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah, masyarakat dan stakeholders, dengan saling mendukung dan berkolaborasi untuk mencapai hasil yang maksimal. Untuk itu, penting untuk membangun sistem yang memfasilitasi partisipasi masyarakat/stakeholders dalam proses pembangunan daerah. Pemerintah harus mendengarkan kebutuhan dan aspirasi warga agar kebijakan yang diambil sesuai dengan harapan dan kondisi lapangan. Selain itu, penyederhanaan proses administrasi dan layanan yang berbasis digital menjadi sangat penting untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan.
Dokumen Pembangunan Daerah